Showing posts with label ISPO. Show all posts
Showing posts with label ISPO. Show all posts

Monday, April 1, 2013

LKIR (LOMBA KARYA ILMIAH REMAJA) 2013

Satu lagi ajang lomba untuk anak SMA sederajat...(SMP juga boleh ikut) lebih tua dari ISPO ataupun OPSI...LKIR 2013 by LIPI
(so... untuk siswa yang sudah punya ide penelitian..up to you..mau ikut ikut OPSI atau LKIR, silahkan baca detailnya karena persyaratan masing masingnya berbeda :)

PERSYARATAN
  1. Siswa SMP dan SMA atau sederajat, berusia 12-19 tahun terhitung pada tanggal 1 Oktober 2013.
  2. Perorangan atau kelompok maksimal 2 (dua) orang.
  3. Belum pernah menjadi pemenang LKIR dalam kurun waktu dua tahun terakhir :)
  4. Melampirkan surat keterangan/rekomendasi dari sekolah/instansi terkait dan daftar riwayat hidup yang berisi: nama lengkap, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir, alamat, sekolah/instansi, nomor telepon/HP, dan email serta diketahui oleh orangtua atau wali.
BIDANG PENELITIAN
  1. Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK), meliputi Umum dan Kependudukan
  2. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
  3. Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa (IPT)
PANDUAN PENULISAN PROPOSAL
  1. Judul bebas (dalam konteks obyek bidang penelitian).
  2. Materi merupakan proposal penelitian yang akan dilaksanakan dengan metode ilmiah dan ditulis sesuai dengan kaidah penulisan yang benar, memakai template yang telah ditentukan meliputi:
    • Judul dan nama penulis dalam 1 (satu) halaman.
    • Penulisan abstrak tidak lebih dari 300 kata.
    • Substansi: pendahuluan, masalah yang akan diteliti, hal baru yang diajukan terkait masalah, metode yang akan dilakukan sebagai justifikasi terkait masalah, kesimpulan, referensi.
    • Daftar riwayat hidup setiap peserta.
    • Format judul dan abstrak dapat diunduh melalui situs LKIR 2013 http://kompetisi.lipi.go.id/lkir45
  3. Proposal Penelitian belum menjadi Karya Tulis Ilmiah.
  4. Diketik dengan jarak 1½ spasi, jenis huruf Arial, ukuran huruf 11, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  5. Untuk bidang IPSK, dibagi 2 sub bidang yaitu Umum dan Kependudukan. Sub bidang Umum meliputi ekonomi, politik, dan budaya. Sub bidang Kependudukan meliputi penduduk dan pembangunan, jumlah dan pertumbuhan penduduk, penduduk usia produktif, generasi muda, serta urbanisasi dan pengembangan kota.
  6. Proposal penelitian dikirimkan secara elektronik melalui situs LKIR 2013 diterima oleh panitia selambat-lambatnya tanggal 4 Mei 2013.
  7. Panduan dan informasi lomba dapat dilihat melalui situs LKIR 2013.
  8. Pengumuman proposal penelitian yang disetujui akan dilakukan pembimbingan oleh LIPI, diinformasikan pada tanggal 31 Mei 2013 melalui situs LIPI di bagian pengumuman.
  9. Proses pembimbingan proposal penelitian akan dilakukan oleh Pembimbing yang ditentukan oleh LIPI.
  10. Kegiatan pembimbingan penelitian proposal yang telah disetujui akan dilakukan dalam periode 10 Juni – 10 September 2013.
  11. Finalis akan diundang ke Jakarta untuk pameran dan presentasi. Bagi finalis kelompok, yang diundang hanya Peneliti Utama (berada di urutan pertama) untuk mewakili kelompoknya. Pengumuman finalis dapat dilihat melalui situs LKIR 2013 pada tanggal 19 September 2013.
  12. Panitia berhak menyebarluaskan/mensosialisasikan karya tulis dan alat peraga yang diperlombakan melalui berbagai media.
  13. Peserta wajib menyerahkan karya tulis dan alat peraga yang diperlombakan kepada LIPI untuk disebarluaskan/disosialisasikan melalui berbagai media.
  14. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.
HADIAH
Pemenang akan mendapatkan piala dan piagam penghargaan dari LIPI serta uang tunai.

KONTAK
Panitia Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Ke-45 Tahun 2013
Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI
Gedung Sasana Widya Sarwono Lt. 5
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10
Jakarta Selatan 12710
Telp (021) 5225711, ext. 1273, 1274, 1276
Fax. (021) 5251834, 52920839

Sunday, March 31, 2013

OPSI (OLIMPIADE PENELITIAN SISWA INDONESIA) 2013

Teruntuk siswa siswi SMA yang berminat mngikuti ajang olimpiade nasional, berikut pedoman ajang OPSI (olimpiade penelititan siswa indonesia) 2013

A.  Bidang Lomba pada OPSI
Bidang lomba pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia tahun 2013
dikelompokkan  sebagai berikut:
Sains Dasar
Matematikaa.
Fisika
Kimia
Biologi.

Sains Terapan
Ekologi
Mesin dan Elektronika
Informatika
Kesehatan
Pertanian

Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora
Ekonomi dan Manajemen
Sejarah dan Budaya
Bahasa, Sastra dan Seni
Pendidikan dan Psikologi
Sosiologi dan Antropologi

B.  Persyaratan Seleksi
1. Peserta adalah siswa SMA/MA kelas X atau XI pada bulan April 
2013;
2. Projek/penelitian dapat dilakukan secara individual atau 
berkelompok;
3. Satu Kelompok Peneliti maksimal berjumlah 3 (tiga) orang termasuk 
ketua kelompok;
4. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan 1 (satu) judul 
penelitian;
5. Naskah penelitian yang diusulkan adalah penelitian yang dikerjakan 
saat siswa masih kelas X atau kelas XI.
6. Peserta mengirimkan naskah hasil penelitiannya sebanyak 1
eksemplar dalam bentuk hardcopy dan sebuah file dalam bentuk CD
dalam format MS-WORD kepada panitia;
7. Peserta menyertakan pasfoto berwarna dalam file digital yang
dimasukkan ke dalam CD bersama naskah makalahnya;
8. Peserta membuat pernyataan orisinalitas karya penelitiannya dan
pernyataan bahwa makalah yang diajukan belum pernah menjuarai
lomba karya ilmiah tingkat nasional/internasional.
8. Untuk memudahkan, cover makalah  Bidang Sains Dasar berwarna 
Merah, cover makalah Bidang Sains Terapan berwarna Kuning, dan
cover  makalah Bidang IPS/Humaniora berwana Hijau
Catatan: Makalah dan berkas persyatan lainnya menjadi milik panitia.

C.  Tata Cara Pendaftaran
Berkas persyaratan dimasukkan ke dalam amplop, dan dikirimkan kepada
panitia, dengan alamat:
Panitia Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI)
Subdit Kelembagaan dan Peserta Didik
Direktorat Pembinaan SMA
Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah
Jl. R.S. Fatmawati, Cipete
Jakarta Selatan - 12410
Tlp. 021-75912056, 75908519; Fax: 021-75908519, 75912057

D.  Tahap Pelaksanaan
Kegiatan OPSI ini dibagi ke dalam tiga tahapan, yaitu
1. Tahap penilaian naskah;
2. Tahap gelar poster dan pameran;
3. Tahap presentasi.

D.1.  Tahap Pertama: Penilaian Naskah
Tim juri/penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh Direktorat Pembinaan
SMA melakukan penilaian naskah laporan peneltian yang diajukan peserta
dengan mengacu kepada kriteria yang telah ditetapkan. Melalui penilaian
tersebut dihasilkan sejumlah NASKAH TERSELEKSI, dan peserta yang
meraih PENGHARGAAN NASKAH. Jumlah naskah yang lolos pada tahap
pertama tersebut tidak harus seimbang untuk masing-masing bidang ilmu.
Peneliti yang naskahnya terpilih pada saringan tahap pertama ini dipanggil
untuk mengikuti tahap selanjutnya.

Teknis seleksi tahap pertama adalah sebagai berikut:
1. Peserta mengirimkan naskah hasil penelitian kepada panitia sesuai
dengan jadwal yang ditentukan;
2. Direktorat Pembinaan SMA menetapkan tim juri;
3. Tim juri melakukan penilaian naskah hasil penelitian sesuai dengan
kriteria penilaian yang ditetapkan;
4. Direktorat Pembinaan SMA menetapkan naskah hasil penelitian yang
terpilih pada tahap pertama;
5. Direktorat Pembinaan SMA mengundang peserta yang berhasil masuk
ke tahap berikutnya.


D.2. Tahap ke Dua: Gelar Poster dan Pameran
Peserta yang naskah hasil penelitiannya terpilih pada tahap pertama
diharuskan menampilkan hasil penelitiannya pada kegiatan Gelar Poster
dan Pameran. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menilai poster dan
pameran hasil penelitiannya. Dari kegiatan tersebut dihasilkan peserta
yang BERHASIL MASUK  KE TAHAP PRESENTASI, peserta yang
meraih PENGHARGAAN POSTER.

Teknis pelaksanaan seleksi tahap ke dua adalah sebagai berikut:

1. Peserta yang diundang (lolos tahap pertama) diharuskan menyiapkan
poster hasil penelitan dan material pajang hasil penelitiannya, dan
dibawa secara langsung saat pelaksanaan seleksi tahap ke dua;
2. Peserta memasang poster dan memajang hasil penelitian sesuai
dengan waktu yang ditentukan;
3. Tim juri melakukan penilaian terhadap poster dan pameran;
4. Tim juri melakukan tanya-jawab dengan peserta, berdasar pada format
penilaian poster dan pameran;
5. Peserta juga melayani pertanyaan dari pengunjung;
6.Tim juri masing-masing bidang penelitian mengajukan peserta yang
terseleksi pada tahap gelar poster dan pameran kepada Direktur
Pembinaan SMA;
7. Direktorat Pembinaan SMA menetapkan peserta yang berhasil masuk
ke tahap presentasi

D.3. Tahap ke Tiga: Presentasi
Presentasi dikelompokkan sesuai dengan kelompok bidang penelitiannya.
Setelah memaparkan hasil penelitiannya, peserta menjawab pertanyaanpertanyaan juri. Dari kegiatan tahap ketiga ini dihasilkan peserta yang
meraih “PENGHARGAAN PRESENTASI”.
Teknis pelaksanaan seleksi tahap ke tiga adalah sebagai berikut:
1. Peserta memaparkan hasil penelitiannya dalam bahasa Indonesia
selama 10 menit, dilanjutkan tanya-jawab dengan tim juri;
2. Tim juri mengajukan peserta terbaik pada masing-masing kelompok bidang penelitian.

TIM JURI
Penjurian pada semua tahap seleksi akan dilakukan oleh tim juri yang
pada tingkat nasional dibentuk dan ditetapkan oleh Direktorat Pembinaan
SMA. Tim juri terdiri dari para peneliti dari berbagai lembaga penelitian
dan perguruan tinggi. Keputusan tim juri tidak dapat diganggu gugat.

F.  PEMENANG OPSI
F.1. Kategori Pemenang
Pemenang dikelompokkan berdasarkan kelompok bidang penelitian:
kelompok bidang ilmu.

Sains Dasar
MEDALI EMAS   : 3 orang atau 3 judul penelitian
MEDALI PERAK   : 3 orang atau 3 judul penelitian
MEDALI PERUNGGU  : 3 orang atau 3 judul penelitian
PENGHARGAAN MAKALAH  : 1 orang atau 1 judul penelitian
PENGHARGAAN POSTER : 1 orang atau 1 judul penelitian
PENGHARGAAN PRESENTASI : 1 orang atau 1 judul penelitian
PENGHARGAAN KHUSUS : 3 orang atau 3 judul penelitian

Sains Terapan
MEDALI EMAS   : 3 orang atau 3 judul penelitian
MEDALI PERAK   : 3 orang atau 3 judul penelitian
MEDALI PERUNGGU  : 3 orang atau 3 judul penelitian
PENGHARGAAN MAKALAH  : 1 orang atau 1 judul penelitian
PENGHARGAAN POSTER : 1 orang atau 1 judul penelitian
PENGHARGAAN PRESENTASI : 1 orang atau 1 judul penelitian
PENGHARGAAN KHUSUS : 3 orang atau 3 judul penelitian

IPS dan Bahasa
MEDALI EMAS   : 3 orang atau 3 judul penelitian
MEDALI PERAK   : 3 orang atau 3 judul penelitian
MEDALI PERUNGGU  : 3 orang atau 3 judul penelitian
PENGHARGAAN MAKALAH : 1 orang atau 1 judul penelitian
PENGHARGAAN IPOSTER : 1 orang atau 1 judul penelitian
PENGHARGAAN PRESENTASI : 1 orang atau 1 judul penelitian
PENGHARGAAN KHUSUS : 3 orang atau 3 judul penelitian


G. JADWAL PELAKSANAAN OPSI
Berikut adalah jadwal global pelaksanaan OPSI tahun 2012:

SELEKSI NASKAH
Batas Waktu Penerimaan Naskah 1 Agustus 2013

Penilaian Naskah : Minggu ke-4 Bulan Agustus 2013

Pengumuman Hasil Seleksi Naskah dan Pemanggilan Peserta Seleksi Tahap kedua :
Minggu ke 2 Bulan September 2013

GELAR POSTER DAN PAMERAN

Waktu Tanggal 6 – 12  Oktober 2013
Tempat : Jakarta
Peserta : Disesuaikan dengan Jumlah Naskah yang layak

PRESENTASI
Waktu :Terangkai dengan Gelar Poster dan Pameran
Tempat : Sama dengan Gelar Poster dan Pameran
Peserta : Peserta yang lolos babak ketiga

Sunday, January 13, 2013

Watermelons’ waste rinds Utilization as Bio Shampoo in order to produce Eco Friendly Shampoo (ISPO 2012)


ABSTRACT

Aisyah Nabila and Dyah Putri Mentari Ginting. 2011: Watermelons’ waste rinds Utilization as Bio Shampoo in order to produce Eco Friendly Shampoo SMA SEMESTA Semarang. Dwi Eldina, Kuntoro Budiyanto

Realized or not waste products as human activities are going on everyday gets greater and bigger and become complicated problems to tackle. One problem that could be so dangerous for our water environment is water pollution that come from chemical materials in which take role as waste product of synthetic shampoo that we use everyday. And its been known widely that those chemical waste materials which polute water environment will eventually screw natural cycle of water. To make it more complicated, synthetic shampoo is not as safe as you think it might be, because chemical materials that compose it, has bad affect to hair and scalp such as irritation, hair-fall and dandruff that these days has been become concerning problem to 36 % of 601 Indonesian women who are dealing with hair-fall problem (Anonym,2011). Later we have found that watermelons’ rinds in which as we know it is only some form of useless waste products from watermelons contain some most important matter to overcome those problems. Our problem statements in this research including how is the nutritional value within watermelons waste rinds bio shampoo and how is the quality and character of that shampoo thus fulfill the criteria of a good shampoo. And the aim of this project are to conclude nutritional value within this bio shampoo and to conclude quality and character of this bio shampoo which can bring goods to either environment, hair and scalp. Thus, can impact to greener environment. Not just that, this bio shampoo is eligible in three keys of protecting our earth, Reuse-Reduce-Recycle, a global action to prevent earth from getting its worse condition. With experimental method of research. Variable which are studied in this research are materials of bio shampoo and nutrition values composed in bio shampoo. This research were doing at surroundings of SMA Semesta and chemistry organic laboratory of Universitas Negeri Semarang form October until December 2011. Available data was analyzed using AAS (Atomic Absorbent Spectrophotometer) then, analyzed with deductive method. And the result shows Potassium (K) 362 ppm; Natrium (Na) 93.25 ppm; Magnesium (Mg) 3.726 ppm; Zinc (Zn) 0.055 ppm; Ferum (Fe) 0.05 ppm. From the result above and based on the result that is gotten from correspondent that gave good response toward bio shampoo from watermelons’rinds it can be concluded that bio shampoo from watermelons’ rinds is very potential and fulfill the criteria of good shampoo.


Key words: watermelons’ waste rinds, bio shampoo, eco friendly

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT SEMANGKA SEBAGAI BIO SHAMPO DALAM UPAYA PEMBUATAN SHAMPO YANG RAMAH LINGKUNGAN (ISPO 2012)


ABSTRAK

Aisyah Nabila dan Dyah Putri Mentari Ginting. 2011: Pemanfaatan Limbah Kulit Semangka Sebagai Bio Sampo dalam Upaya Pembuatan Sampo yang Ramah Lingkungan. SMA SEMESTA Semarang. Dwi Eldina, Kuntoro Budiyanto

Setiap hari, limbah yang dihasilkan oleh kegiatan manusia bertambah banyak dan menjadi masalah yang selalu aktual. Bumi kita telah menyediakan berbagai jenis yang sangat banyak dari lingkungan dan salah satu masalah yang bisa membahayakan lingkungan air adalah polusi air yang ditimbulkan oleh limbah zat kimia dari bahan pembersih seperti sabun, deterjen atau sampo. Telah diketahui secara luas zat kimia yang menyebabkan pencemaran air pada akhirnya akan merusak siklus natural air. Tidak dapat dipungkiri sampo sintesis yang dipakai oleh kebanyakan orang juga merupakan faktor pencemaran air. Selain itu, zat kimia pada sampo akan menyebabkan iritasi pada kulit kepala, seperti kerontokan dan ketombe yang sekarang menjadi masalah yang cukup mengkhawatirkan bagi 36% dari 601 wanita di Indonesia mengalami masalah rambut rontok (anonim,2011). Rumusan masalah yang kami bahas meliputi bagaimana nilai nutrisi yang ada pada bio sampo dari limbah kulit semangka dan bagaimana sifat dan kualitas bio sampo dari pemanfaatan kulit semangka sehingga memenuhi syarat sampo yang baik. Adapun tujuan yang hendak kami capai dengan penelitian ini yaitu agar dapat menentukan nutrisi yang ada pada bio sampo dari limbah kulit semangka serta memaparkan  sifat dan kualitas bio sampo dari pemanfaatan kulit semangka sehingga memenuhi syarat sampo yang baik. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Dengan jumlah bahan bio sampo sebagai variabel bebas dan kandungan nutrisi yang ada di dalam bio sampo sebagai variabel terikat. Penelitian dilakukan di lingkungan SMA Semesta dan di laboratorium kimia organik Universitas Negeri Semarang dari bulan oktober sampai bulan desember 2011. Data yang ada dianalisis dengan menggunakan uji AAS (Atomic Absorbent Spectrophotometer) selanjutnya dianalisis dengan metode deduktif. Hasil yang didapat adalah sebagai berikut, Kalium (K) 362 ppm, Natrium (Na) 93,25 ppm, Magnesium (Mg) 3,726 ppm, Zinc (Zn) 0,055 ppm dan Besi (Fe) 0,05 ppm. Dilihat dari hasil yang telah disebutkan diatas dan dari data lapangan yang diperoleh dari beberapa koresponden yang memberikan respon positif terhadap sampel bio sampo dari limbah kulit semangka yang diberikan dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan limbah kulit semangka sangat berpotensi sebagai bio sampo dan dari segi kualitas, sifat dan nilai nutrisi dan ion yang ada di dalamnya memenuhi syarat sampo yang baik.
                                                                                                                      

Kata kunci: Limbah kulit semangka, bio sampo, ramah lingkungan

INFUS BUAH PISANG BERKALSIUM TINGGI DARI LIMBAH TULANG IKAN TULANG AYAM DAN CANGKANG TELUR (ISPO 2012)



 ABSTRAK


Ade Nur Azizah dan Richa Rachmawati Afag. 2011.Infus Buah Pisang Berkalsium Tinggi dari Limbah Tulang Ikan, Tulang Ayam, dan Cangkang Telur. Bidang: Lingkungan. Pembimbing: Dwi Eldina, Kuntoro Budiyanto

Kalsium merupakan mineral yang terdapat ditubuh dalam jumlah yang banyak. Namun sering kali banyak orang tidak begitu memperdulikan tentang pentingnya kalsium bagi tubuh, karena menurut  sebagian besar masyarakat kalsium hanya terdapat pada susu yang relatif mahal untuk dikonsumsi dalam jangka waktu panjang. Akibatnya, banyak warga yang mengalami berbagai macam penyakit yang disebabkan karena kurangnya asupan kalsium.Padahal kita juga  dapat mengkonsumsi pisang sebagai alternatif untuk menambah kalsium bagi kesehatan tubuh kita. Untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan asupan kalsium yang cukup, maka kami melakukanpenelitian ini. 
Rumusan masalah yang kami ambil antara lain bagaimana konsep pemanfaatan limbah organik (tulang ikan,tulang ayam,dan cangkang telur) sebagai limbah yang bermanfaat, bagaimana potensi limbah organik dalam membentuk kalsium yang tinggi pada buah pisang dan bagaimana mengaplikasikan limbah organik terhadap tanaman pisang. Tujuan yang hendak dicapai adalah memaparkan konsep pemanfaatan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat, memaparkan potensi limbah organik dalam membuat kalsium yang tinggi pada tanaman pisang, serta tahap pengaplikasian limbah organik terhadap pisang muda yang diharapkan dapat mengurangi masalah kekurangan kalsium.  
Penelitian ini dilakukan disekitar lingkungan SMA Semesta dan analisis dilakukan di Laboratorium Kimia Unnes, dengan pertimbangan di lingkungan  sekitar sekolah (tepatnya di dapur) banyak limbah yang  tersedia setiap hari yang dapat diteliti dan dikelola lagi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2011. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah banyaknya kadar kalsium yang ada di limbah tulang ikan teri, cangkang telur, dan tulang ayam dan yang menjadi variable terikat dalam penelitian ini adalah banyaknya ion kalsium yang terdapat dalam buah pisang setelah diberi perlakuan. 
Dari pengujian sampel, diperoleh hasil yang mengandung kalsium dalam pisang yang diinfuskan 1% limbah tulang diperoleh rata-rata638.3334 mg/kg sampel dan yang diinfuskan 2% limbah tulang diperoleh rata-rata 898.3332mg/kg sampel , lebih tinggi dibanding perlakuan kontrol dengan rata-rata  388.3334 mg/kg sampel , sedangkan dengan pemberian Kalsidek diperoleh kandungan kalsium dengan rata-rata sebesar  828.3332 mg/kg sampel. Dengan kenaikan kadar 1% kalsium infus  meningkat sebesar 64,337% dibanding kontrol, sedangkan pisang dengan kadar infus 2 % kalsium limbah tulang meningkat sebesar 131,33% dibandingkan kontrol. Disimpulkan bahwa buah pisang dengan perlakuan 2% limbah (tulang ikan, tulang ayam dan cangkang telur) mengandung kalsium lebih tinggi dibandingkan perlakuan kontrol.





PENGARUH GENJER ( Limnocharis flava) TERHADAP DAYA SERAP POLUTAN DAN KETERSEDIAAN OKSIGEN PADA SUMBER AIR BAKU (PDAM) (ISPO 2012)


PENGARUH GENJER ( Limnocharis flava)TERHADAP DAYA SERAP POLUTAN DAN KETERSEDIAAN OKSIGEN PADA SUMBER AIR BAKU (PDAM)
The Influence of Genjer (Limnocharis flava) to The Absorptive pollutant and The Avaibility of Oxygen in Source of Raw Water (PDAM).

ABSTRACT
Hummaira Atthirah Manda and Aidah fithriah. 2011. The Influence of Genjer (Limnocharis flava) to The Absorptive pollutant and The Avaibility of Oxygen in Source of Raw Water (PDAM). Subject :Environmental. Supervisors : Dwi Eldina and Kuntoro budiyanto


Environment Pollution is a problem about our safety, our health, and our life. One of them is water pollution. Water pollution is the main global problem from international until private water sources and wells. Whether it is polluted because of the industrial waste,household waste,pesticide waste,and others. It is dangerous for human health as the consumer. This research utilizes genjer (Limnocharis flava) that will be applied to produce rawwater that isn’t polluted and contain much dissolved oxygen anymore can be a solution. Finally we can have good quality of water. The problem formulations which are done are: whether genjer (Limnocharis flava) is useful in overcoming the polluted water, whether genjer (Limnocharis flava) can help to add oxygen into source of raw water and Can genjer (Limnocharis flava) absorb the pollutant. The purposes of this research are to know whether genjer (Limnocharis flava) is useful in overcoming the polluted water, to test genjer (Limnocharis flava) that may add oxygen into water, and to prove genjer (Limnocharis flava) whether can absorb the pollutant. As the independent variable that is the amount of pollutant as the sample, and the dependent variables are the amount of pollutant that is absorbed by genjer (Limnocharis flava) and the amount of dissolved oxygen in the sample water. This research has been done in the area of SMA Semesta Semarang and chemistry laboratorium of UNNES since October to December 2011. The research uses three treatment experiments,each pollutant solution of detergen,urea and controlled water. Afterthat,it is observed by using AAS (Atomic Absorption Spectroscopy) to test how much metal can be absorbed by the  plant. Based on the research, Ph average is neutral that inclined to base. Meanwhile BOD doesn’t have different between detergent water and urea water waste but on the sample genjer (Limnocharis flava) that is  planted on urea water waste and sample genjer that is planted on detergent water waste are none. The highest amount of dissolved Oxygen on raw water that is planted by genjer is 64.1 ppm. It is higher than controlled water treatment. It shows that genjer (Limnocharis flava) can give oxygen to raw water. The highest amount of COD ( Chemical Oxygen Demand) is on raw water that is planted by genjer is 533 ppm. Meanwhile amount of COD on sample urea water and detergent water are lower. Detergen that is contained on all sample is none except sample of genjer (Limnocharis flava) that is planted on detergent water contain 172.129 ppm phospate ion. This is higher than the others sample. For amount of ammonia, all sample is none, except genjer (Limnocharis flava) that is planted on urea water that have 0.166 ppm. For amount of Alkyl Benzene Sulfonate, all sample is none. It is expected that people don’t use detergent, but use concentrate soap.The conclusion is genjer (Limnocharis flava) can absorb detergent and urea waste and supply oxygen.

Keywords : Genjer (Limnocharis flava), water, dissolved oxygen, water pollutant.